Rabu, 29 April 2009

Teleskop pencari planet


LONDON - Para ilmuwan berencana membangun teleskop raksasa yang nantinya berfungsi untuk mengenali planet yang dapat dihuni seperti Bumi dengan menggunakan sistem solar jarak jauh. Ahli Astronomi mengklaim teleskop raksasa buatan Eropa ini nantinya akan menjadi teleskop optik pertama yang mampu memilah cahaya redup yang dipantulkan oleh planet sebagai orbit bintang. Terobosan baru dalam ilmu alam ini nantinya dapat digunakan untuk menemukan planet hingga jarak 100 juta mil jauhnya, demikian dikutip dari Telegraph, Senin (6/4/2009). Cahaya petunjuk yang datang dari planet yang ditemukan dapat mengungkapkan jenis air yang terdapat pada permukaan planet, serta udara yang melingkupi atmosfernya. Selanjutnya akan diteliti apakah planet tersebut dapat dihuni atau tidak. Teleskop senilai satu miliar ini memiliki lebih banyak gelas kaca dibandingkan dengan teleskop lain di dunia. Disinyalir teleskop ini berkekuatan besar sehingga Astronom dapat menggunakannya untuk memantau Bulan Dengan teleskop ini, mereka juga dapat melihat ukuran mobil penjelajah bulan yang tertinggal pada saat misi Apollo. Isobel Hook, dari Oxford University mengatakan, "Komunitas astronomi telah berkembang sangat pesat. Hal itu ditandai dengan adanya proyek ini, pembuatan teleskop raksasa memungkinkan kita untuk melihat gambar yang lebih tajam." "Penemuan ini merupakan resolusi yang bisa membuat kita dapat melihat struktur dan objek di alam semesta yang belum kita ketahui hingga sekarang" tambahnya. (srn)

berkebun di bulan


ARIZONA - Sesuatu hal yang mustahil dilakukan jika bercocok tanam dilakukan di luar angkasa yang mempunyai kadar udara yang tipis. Namun, peneliti dari Amerika Serikat (AS) berhasil mewujudkan itu semua.

Adalah perusahaan Paragon Space Development Coorporation yang bekerjasama dengan NASA menciptakan sebuah alat yang dapat membuat tanaman bisa berkembang, meski dalam keadaan udara, air, dan matahari yang sedikit.

Alat berbentuk tabung yang disebut dengan Lunar Oasis tersebut, tengah diuji cobakan dengan menanam sebuah bunga. Hingga saat ini, bunga yang ditanam dalam sebuah tabung itu, sukses tumbuh dan berkembang. Demikian yang dilansir AFP, Kamis (16/4/2009).

Jika memang mampu mengembangkan dalam jumlah yang sangat besar, para ilmuwan berharap suatu saat astronot dapat menanam sayuran dan buah-buahan segar di Bulan, layaknya sedang berada di Bumi. "Penelitian ini memakan waktu lama untuk mendapatkan hasil terpadu, yang efisien serta handal," ungkap Presiden Paragon Jane Poynter.


Baik Paragon dan NASA, Lunar Oasis baru benar-benar bisa diterbangkan ke antarikasa jika memang sudah sempurna. Dan mereka memperkirakan Lunar Oasis akan terbang ke luar angkasa, paling cepat pada tahun 2012 mendatang.